PANTANG MUNDUR! Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim Kepung Kantor Gubernur, Lawan Barikade Kawat Berduri dan Dinasti Politik!

0
Screenshot_20260420-115237_Facebook

SAMARINDA, predator.news– Genderang perang terhadap ketidakadilan resmi ditabuh. Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur (APM KT) memastikan diri akan turun ke jalan mengepung Kompleks Kantor Gubernur Kaltim besok, 21 April 2026. Meski moncong senjata dan gulungan kawat berduri telah disiapkan aparat, aliansi ini menegaskan tidak akan bergeser satu sentimeter pun.

Sekretaris Jenderal APM KT, Sapta, menegaskan bahwa barikade kawat berduri yang dipasang Polri adalah bentuk penghinaan terhadap demokrasi di Tanah Etam.

 “Silakan pasang kawat berduri sebanyak mungkin, tapi kalian tidak akan bisa memagari amarah rakyat! Ini adalah bukti nyata pemerintah kita sudah pengecut dan mati hati terhadap penderitaan rakyat pribumi,” tegas Sapta dengan nada tinggi.

Instruksi Satu Komando: Pantang Pulang Sebelum Menang

Koordinator Lapangan (Korlap), Rlee. memastikan massa aksi telah terkonsolidasi dan siap menghadapi tekanan apa pun di lapangan. Baginya, pemasangan kawat berduri justru menjadi bahan bakar semangat bagi para demonstran untuk membongkar praktik kotor di dalam gedung pemerintahan tersebut.

“Insya Allah, kami pantang mundur! Rakyat sudah muak melihat tontonan dinasti politik yang seolah-olah disahkan oleh para politisi dan tokoh adat penjilat. Kami tahu ini semua skenario untuk menguasai keuangan daerah demi kepentingan keluarga,” ujar Rlee saat memberikan arahan terakhir kepada massa.

Hajar Dinasti Politik: Sarang Korupsi Keluarga

APM KT menyoroti bahwa kawat berduri di luar gedung hanyalah selubung untuk menutupi kebusukan di dalam: Sarang Korupsi Politik Dinasti. Aliansi secara tajam menghajar realita bahwa:

Aset Daerah Dirampok: Jabatan strategis dikontrol oleh lingkaran keluarga penguasa.

Anggaran Jadi Milik Pribadi: Pengelolaan keuangan daerah tidak lagi transparan karena dikuasai oleh kelompok yang sama.

Tokoh Penjilat: Banyak politisi yang justru mendukung dinasti ini demi mendapatkan “remah-remah” kekuasaan.

Peringatan Keras untuk Pemprov Kaltim & Polri

Aksi 21 April ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah pernyataan sikap bahwa Masyarakat Pribumi Kaltim Masih Ada. “Kami ingatkan kepada Pemprov Kaltim dan jajaran aparat: Rakyat adalah pemilik sah negeri ini. Jangan paksa kami bertindak lebih jauh jika kalian terus tuli. Kawat berduri kalian adalah simbol kehancuran moral pemimpin Kaltim hari ini!” tutup Sapta.

Kini, Samarinda menjadi saksi. Apakah suara rakyat akan menembus barikade besi, ataukah pemerintah tetap bersembunyi di balik kawat berduri demi mengamankan tahta dinasti mereka?

Lawan atau Ditindas! Kaltim Menggugat!.(Pb)

Loading

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon
Tweet 20

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

YouTube
Instagram
Telegram
WhatsApp
FbMessenger
Tiktok
URL has been copied successfully!