“Gubernur Khofifah Luncurkan Bantuan Pendidikan 2025: Rp 48 Miliar Digelontorkan, Pastikan Tak Ada Anak Jatim Putus Sekolah!”

0
kofifah

SURABAYA, predator.news — Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan kembali ditegaskan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi meluncurkan Program Bantuan Biaya Pendidikan Peserta Didik untuk Warga Kurang Mampu Tahun 2025, Rabu (10/12/2025), di Gedung Dyandra Convention Center, Surabaya.

Program prestisius ini langsung menjadi sorotan publik lantaran menyasar 48.077 peserta didik dari keluarga kurang mampu, sekaligus memastikan “tak ada satu pun anak Jawa Timur yang putus sekolah hanya karena masalah ekonomi.”


KHOFIFAH: “JANGAN PERNAH MINDER, PENDIDIKAN ADALAH JALAN MULIA!”

Di hadapan ribuan peserta dan tamu undangan, Gubernur Khofifah menyampaikan pesan penuh motivasi yang segera viral di media sosial.

“Jangan pernah merasa minder. Dibonceng ayah pakai sepeda ke sekolah itu kehormatan, bukan kekurangan,” tegasnya.
“Syukuri apa yang Allah berikan. Mudah-mudahan Allah memuliakan anak-anak semua, dunia dan akhirat.”

Khofifah menekankan bahwa pendidikan adalah alat untuk membuka pintu masa depan, dan bahwa orang tua serta guru selalu menjadi tumpuan doa keberhasilan anak-anak.


BANTUAN Rp 1 JUTA PER SISWA, DIKIRIM LANGSUNG KE VIRTUAL ACCOUNT

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, memaparkan bahwa bantuan diberikan khusus bagi siswa dari keluarga desil 1 dan 2, serta bukan penerima beasiswa lain, demi mencegah tumpang tindih program.

Rinciannya:

  • SMA: 11.362 siswa

  • SMK: 24.339 siswa

  • SLB: 12.376 siswa

  • Total: 48.077 siswa

  • Total anggaran: Rp 48.077.000.000

Setiap siswa akan menerima Rp 1 juta, yang dapat digunakan untuk:

  • Seragam sekolah

  • Buku & alat tulis

  • Tas dan sepatu

  • Paket data internet

  • Uang saku transportasi

Penyaluran dilakukan melalui virtual account masing-masing siswa sesuai SK Gubernur.


APRESIASI KEMENDAGRI: “JATIM MENJADI ROLE MODEL NASIONAL”

Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah Ditjen Bina Pemda Kemendagri, Paudah, memberikan apresiasi tinggi untuk langkah progresif Pemprov Jatim.

Ia mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi sekolah di Jatim sangat membanggakan:

  • Usia 7–15 tahun: 100%

  • Usia 13–15 tahun: 97,68%

  • Usia SMA (16–18 tahun) secara nasional: masih 76,44%

“Program ini akan berkontribusi besar meningkatkan partisipasi sekolah nasional, terutama usia 16–18 tahun,” ujarnya.


PROGRAM ANDALAN “NAWA BHAKTI SATYA”: JATIM CERDAS SEMAKIN NYATA

Program ini merupakan bagian dari Nawa Bhakti Satya, khususnya pilar Jatim Cerdas, yang menekankan pemerataan akses pendidikan berkualitas dan berkeadilan.

Pemprov Jatim juga menyerahkan Dokumen Rencana Aksi Daerah sebagai strategi komprehensif untuk memastikan tidak ada anak usia sekolah yang tertinggal.


KHOFIFAH: “TIDAK BOLEH ADA ANAK YANG JATUH DI TENGAH JALAN”

Menutup sambutannya, Gubernur Khofifah kembali menegaskan komitmen bahwa pendidikan adalah hak konstitusional seluruh anak bangsa.

“Tidak boleh ada anak yang putus sekolah. Kita ingin mereka membangun cita-cita dan meraih masa depan yang sukses, barokah, dan mulia.”

Dengan gelontoran anggaran besar, sistem penyaluran yang transparan, dan target penerima yang terukur, Program Bantuan Biaya Pendidikan 2025 dipastikan menjadi salah satu kebijakan pendidikan paling strategis di Jawa Timur.

Program ini tak hanya menyelamatkan masa depan anak-anak kurang mampu—tetapi juga mengokohkan posisi Jawa Timur sebagai provinsi dengan komitmen pendidikan terbaik di Indonesia.(**)

Loading

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon
Tweet 20

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

YouTube
Instagram
Telegram
WhatsApp
FbMessenger
Tiktok
URL has been copied successfully!