Wali Kota Andi Harun Ingatkan Kesiapsiagaan Terpadu Hadapi Ancaman Bencana Akhir Tahun

0
andih

SAMARINDA — Menghadapi prediksi curah hujan normal hingga menengah yang dirilis BMKG untuk wilayah Kalimantan Timur, termasuk Kota Samarinda, sepanjang Desember hingga awal tahun 2026, Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan pentingnya kesiapsiagaan terpadu lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Menurutnya, menghadapi ancaman banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem di penghujung tahun tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah atau pendekatan teknis semata.
“Upaya mitigasi atau adaptasi terhadap perubahan iklim harus optimal dan melibatkan semua pihak. Tidak hanya pemerintah, dunia usaha dan masyarakat juga harus punya persiapan menghadapi keadaan anomali yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” ujar Andi Harun.

Bencana di Sumatera Jadi Cermin Penting

Andi Harun menyoroti rentetan peristiwa banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Aceh sebagai pelajaran berharga bagi daerah lain. Ia menyebut, bencana besar tersebut merupakan cerminan kerusakan lingkungan yang dibiarkan terus berlangsung dalam jangka panjang.

“Pelajaran penting buat kita. Mengatasi banjir dan tanah longsor tidak cukup dengan pendekatan teknis. Di sana kita bisa berkaca, longsor dan banjir adalah akibat tangan-tangan yang merusak keseimbangan alam,” tegasnya.

Imbauan Kewaspadaan untuk Wilayah Rawan Banjir dan Longsor

Merespons peringatan dini BMKG dan pengalaman bencana berulang di Samarinda, Andi Harun mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia bahkan menyarankan warga mempertimbangkan alternatif tempat tinggal apabila terjadi anomali cuaca ekstrem sewaktu-waktu.

Untuk kawasan rawan banjir, ia kembali mengingatkan perlunya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan, serta mendukung penuh program pengendalian banjir yang sedang dan akan dijalankan pemerintah.

Koordinasi Lintas Daerah Dinilai Mendesak

Selain imbauan kepada masyarakat, wali kota menilai bahwa koordinasi lintas daerah adalah kebutuhan mendesak demi kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akhir tahun. Ia mendorong dilaksanakannya rapat koordinasi besar yang melibatkan seluruh unsur kebencanaan di tingkat provinsi.

“Saya dan Pemkot Samarinda merindukan kita duduk bareng 10 kabupaten/kota. Mudah-mudahan Pak Gubernur bisa mengumpulkan kita semua. Hadir Polda Kaltim, Kodam, Basarnas, BPBD, relawan, semua unsur yang berkaitan dengan mitigasi bencana,” tuturnya.

Dengan meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa pekan ke depan, pemerintah kota berharap setiap elemen masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat kesiapsiagaan—agar Samarinda benar-benar siap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi tanpa harus menunggu keadaan memburuk.

Loading

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon
Tweet 20

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

YouTube
Instagram
Telegram
WhatsApp
FbMessenger
Tiktok
URL has been copied successfully!