Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Sambangi KPK: Bahas Normalisasi Sungai, Penyelamatan Aset Negara, dan Penghijauan
Predator News – Jakarta. Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi melakukan kunjungan kerja ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan tersebut, Dedi membahas sejumlah agenda strategis yang berkaitan langsung dengan tata kelola lingkungan dan penyelamatan aset di Jawa Barat, mulai dari normalisasi sungai, penyelamatan aset negara, hingga penghijauan kawasan tanah negara.
“Saya bertemu bidang pencegahan untuk membahas normalisasi sungai, penyelamatan aset negara, dan upaya penghijauan di areal tanah negara. Kita kan mitra, ada kerja sama dengan bidang pencegahan,” ujar Dedi saat tiba di KPK.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemprov Jabar untuk bekerja sinergis dengan lembaga antikorupsi dalam memastikan tata kelola lingkungan dan aset publik berjalan sesuai aturan.
1. Pemprov Jabar Fokus pada Penataan Lingkungan dan Konservasi
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa fokus utama Pemprov Jabar saat ini adalah penataan lingkungan, konservasi hutan, dan pemulihan fungsi sungai. Sejumlah pihak seperti PTPN, BBWS, hingga Kementerian PUPR telah diminta untuk bersama menjaga aset negara serta memastikan fungsi alam di Jawa Barat dapat pulih.
“Fungsi sungai, hutan, dan perkebunan harus kembali berjalan sebagaimana mestinya agar bencana dapat dicegah,” tegasnya.
Menurut Dedi, kolaborasi lintas lembaga mutlak dibutuhkan agar kawasan kritis di Jawa Barat bisa dipulihkan dari kerusakan dan eksploitasi yang selama ini tidak terkontrol.
2. Jabar Prioritaskan Penanganan Banjir Bandung Raya Mulai 2026
Sebelumnya, KDM—sapaan akrab Dedi Mulyadi—menyampaikan bahwa Pemprov Jabar akan memfokuskan program penanganan banjir di Bandung Raya dan wilayah sekitarnya mulai tahun 2026. Fokus ini diambil setelah penanganan banjir di Karawang, Bekasi, dan sebagian Kabupaten Bogor mencapai progres signifikan.
“Kalau kita ingin menyelesaikan banjir secara komprehensif, penataan harus dilakukan sekarang. Memang pada musim kemarau penataan akan menimbulkan reaksi, tetapi ini harus ditempuh,” kata Dedi.
Menurutnya, Bandung Raya telah memasuki kondisi kritis dan penataan tidak bisa lagi ditunda, meskipun langkah-langkah tersebut acap memicu resistensi dari sebagian masyarakat.
3. Dedi Singgung Alih Fungsi Lahan dan Eksploitasi Kawasan Wisata
Dalam paparannya, Dedi menegaskan bahwa penanganan banjir Bandung Raya membutuhkan kerja besar, mencakup:
-
Normalisasi sungai
-
Pengerukan sedimentasi
-
Pembenahan tata ruang
-
Reforestasi kawasan pegunungan
-
Revitalisasi danau-danau alami yang kini berubah jadi permukiman
Ia menyoroti bahwa banjir berulang di Kabupaten Bandung merupakan dampak langsung dari kerusakan di kawasan hulu seperti Ciwidey dan Pangalengan.
Dedi mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Bupati Bandung terkait banyaknya temuan alih fungsi lahan, termasuk pembabatan tanaman teh dan pohon lain menjadi perkebunan sayur.
“Saya ingatkan kepada pihak yang menebang pohon teh untuk dijadikan kebun sayur: inilah dampak dari yang Saudara lakukan. Semoga pelaku perusakan 160 hektare itu segera ditahan,” tegasnya.
Selain itu, Dedi juga menyoroti menjamurnya kawasan wisata yang berdiri di daerah resapan air, serta permukiman yang masih berkembang di wilayah sepadan sungai. Menurutnya, pembangunan yang mengabaikan fungsi ekologis telah mempercepat laju banjir di banyak titik.
Pemprov Jabar Siapkan Tiga Langkah Pemulihan Tata Ruang
Untuk memulihkan kondisi Kabupaten Bandung dan sekitarnya, Dedi menyampaikan tiga langkah penting:
-
Mengembalikan tata ruang ke fungsi alam
-
Memperbanyak ruang hijau dan area resapan air
-
Menertibkan penggunaan lahan yang melanggar aturan
“Tata ruang harus dikembalikan ke fungsi alam. Ruang hijau harus diperbanyak meskipun pasti ada reaksi dan kemarahan, karena banyak pihak selama ini menikmati fasilitas alam secara tidak tepat,” ujarnya.
Dengan menggandeng KPK dan institusi terkait, Pemprov Jawa Barat menegaskan keseriusannya menata lingkungan, menyelamatkan aset negara, dan mengembalikan keseimbangan alam yang selama ini terganggu.
![]()