PENGKHIANATAN TERHADAP KEDAULATAN NEGARA
Jakarta, predator – Korupsi Alutsista: Uang Pertahanan Diduga Disunat, Pertahanan Bangsa Dipertaruhkan
Bayangkan berapa banyak jet tempur, panser, radar, atau amunisi strategis yang bisa dibeli dengan dana Rp146 miliar. Angka itu bukan sekadar nominal—ia adalah simbol kekuatan pertahanan negara. Namun ironisnya, dana sebesar itu justru diduga mengalir ke kepentingan pribadi melalui praktik korupsi di jantung institusi pertahanan.
Nama Brigjen Teddy Hernayadi kini menjadi sorotan publik. Ia diduga mencatatkan sejarah kelam di tubuh TNI setelah selama empat tahun menjalankan skema penandatanganan cek ilegal untuk mengeruk anggaran pertahanan negara. Dana yang sejatinya diperuntukkan memperkuat Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) justru dipotong sebelum mencapai tujuan strategisnya.
Korupsi di sektor Alutsista bukan kejahatan biasa. Ini adalah kejahatan tingkat tinggi yang dampaknya jauh melampaui kerugian keuangan negara. Setiap rupiah yang diselewengkan berpotensi melemahkan kesiapsiagaan tempur, menurunkan daya tangkal, dan pada akhirnya menggerus kedaulatan negara. Saat prajurit membutuhkan perlengkapan terbaik di medan tugas, anggaran mereka justru diduga dijadikan bancakan.
Skema cek ilegal yang mencuat menandakan adanya celah pengawasan serius dalam pengelolaan keuangan pertahanan. Jika dugaan ini benar, maka bukan hanya pelaku yang harus dimintai pertanggungjawaban, tetapi juga sistem yang membiarkan praktik tersebut berlangsung bertahun-tahun tanpa terdeteksi. Publik berhak bertanya: di mana kontrol internal, audit berlapis, dan peran aparat pengawas?
Kasus ini menuntut penegakan hukum tanpa kompromi. Tidak boleh ada tameng pangkat, jabatan, atau seragam. Hukum harus berdiri tegak untuk memastikan bahwa setiap rupiah anggaran pertahanan kembali pada tujuan utamanya: melindungi bangsa dan negara.
Penanganan yang setengah hati hanya akan memperpanjang daftar pengkhianatan terhadap kedaulatan. Negara harus hadir, transparan, dan tegas. Karena ketika anggaran pertahanan dikorupsi, yang dipertaruhkan bukan sekadar uang—melainkan keselamatan dan kehormatan Republik Indonesia.(****)
![]()