Pertemuan dengan Hasyim di Lamin Etam Hanya Jabat Tangan Singkat, Bukan Diskusi Politik!
Hasim Djojohadikusumo (Dewan Penasehat Prawiro Indonesia GMP Nasional), bersama Achmad Jayansyah (sekjen Prawiro Indonesia GMP Provinsi Kalimantan Timur)
SAMARINDA, predator.news – Menanggapi pemberitaan liar yang digulirkan oleh RI 1 TV terkait dugaan adanya pertemuan strategis antara Ketua Prawiro Kutai Timur (Kutim), Bang Zai, dengan tokoh nasional Hasyim, pihak Prawiro Indonesia Kalimantan Timur akhirnya angkat bicara dengan nada keras dan tegas. Pihak organisasi menyatakan bahwa narasi yang dibangun media tersebut keliru besar dan cenderung menggiring opini yang tidak sesuai fakta.
Narasumber internal menegaskan bahwa tidak pernah ada agenda diskusi khusus apalagi rangkaian silaturahmi formal antara Bang Zai dan Hasim. Fakta yang sebenarnya terjadi jauh dari apa yang digembar-gemborkan.
Kronologi Fakta: Hanya Jabat Tangan di Halaman Rujab
Kejadian yang sesungguhnya terjadi secara spontan dan sangat singkat. Bang Zai hanya bertemu dan berjabat tangan dengan Hasyim di halaman Lamin Etam, Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Kaltim. Momen itu terjadi secara kebetulan saat Hasyim hendak masuk ke dalam mobil menuju Bandara APT Pranoto Samarinda untuk kembali ke Jakarta.
Agenda Hasim ke Kaltim: Murni Bahas PLTA Mahakam Ulu
Pihak Prawiro juga meluruskan agenda kedatangan Hasyim ke Bumi Etam. Kunjungan tersebut murni merupakan urusan kedinasan dan pembangunan daerah, bukan agenda politik praktis bersama Prawiro.
Fakta Agenda: Kehadiran Hasyim di Kaltim adalah untuk menemui Gubernur Kaltim dalam rangka breakdown teknis terkait rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kabupaten Mahakam Ulu. Tidak ada agenda terselubung atau pembahasan lain di luar proyek strategis tersebut.
Klarifikasi Resmi Sekretaris Prawiro Kaltim
Untuk menghentikan bola liar pemberitaan yang simpang siur, Sekretaris Prawiro Indonesia Kaltim, Achmad Jayansyah, memberikan penegasan sekaligus meluruskan isi percakapan singkat yang sempat terjadi di dekat mobil tersebut.
Menurut Jayansyah, perbincangan itu sama sekali tidak membahas urusan bisnis atau perintah, yang ada berbincang internal Prawiro dan dinamika politik kaltim, melainkan koordinasi mengenai Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin).
“Bahwa beliau (Bang Zai) itu sama sekali tidak terlibat perbincangan apapun, yang ada saya menyempatkan diri berbicara tentang Dekopin Kaltim ke Pak Hasim ketika beliau berjalan menuju mobil untuk berangkat ke bandara,” ujar Achmad Jayansyah dengan tegas.
Jayansyah menambahkan, dalam percakapan kilat yang terjadi di tengah langkah kaki menuju kendaraan itu, Hasim memberikan arahan yang sangat spesifik dan normatif.
“Dalam perbincangan singkat itu, Pak Hasyim hanya menyampaikan dan mengarahkan agar kami berkoordinasi dengan Pak Anton Charliyan sekjen Prawiro Indonesia GMP Pusat, terkait rencana pelantikan Dekopin Kaltim. Itu saja, tidak ada yang lain,” pungkas Jayansyah mematahkan spekulasi yang beredar.
Dengan adanya klarifikasi tegas ini, pihak Prawiro Kaltim meminta semua pihak, termasuk media RI 1 TV, untuk menyajikan informasi secara akurat berdasarkan konfirmasi, bukan asumsi yang dapat menyesatkan publik. Ditengarai, penggiringan opini atas pertemuan di halaman Rujab Gubernur tersebut sarat akan kepentingan yang sengaja ditiupkan oleh pihak-pihak tertentu.(Ade)
![]()